Nanti Juga Paham

Udah rumusnya memang kalo penyesalan itu selalu datang di akhir. Kalimat “kembalikan ke masa kecil” bisa jadi ungkapan yang sesungguhnya yang paling pas. Detik sekarang ini mumpung masih ada kesempatan dan lagi sadar, eh maksudnya sadar campur nyesel kenapa ga sadar kefikir dari dulu. Menjelang melewati masa muda kok gini-gini aja, tersadar pertambahan usia tidak diimbangi dengan bertambah pengetahuan, kan nyeseknya sekarang, ditanya ini ga paham ditanya itu balelo.

Jujur aja salah satu orang yang paling dikagumi dalam hidup saya dan sampe saat ini belum kesampean pengin ketemu, yaitu Eyang Habibie. Beliau idola banget the best forever, sampe beberapakali baca biografinya, belum bisa kejawab bagaimana cara beliau mengatur waktu dalam belajar, entahlah mungkin keburu baper jadi otak susah mencari titik simpul ceritanya hhe.

Seriussan, kalo coba berkaca pada sosok Eyang Habibie diusia seperti saya sekarang ini sudah penuh prestasi dan sangat berkarakter. Makaya wajar aja serasa makin bodoh aja segala hal banyak yang tidak tau, apalagi yang susah itu hal agama, karena bagi saya titik berat pengetahuan yang harus dipahami ketika menjadi imam dalam rumah tangga tentunya pengetahuan agama.

Lantas tidak boleh juga berhenti dalam rasa penyesalan, tetap fokus dalam akselerasi, tentunya hidup itu selalu belajar, tapi jangan hanya jadi alasan pembelaan untuk tidak tau banyak hal juga. Saya paling ga suka sama yang namanya alasan, bagaimanapun alasan akan semakin memperjelas akan kesalahan.

Tekad yang menjadi harapan terakhir saya yaitu ada di masa depan. Bagaimanapun kelak keturunan saya sebagai generasi penerus harus dipersiapkan untuk lebih baik, menciptakan habibie selanjutnya. Setidaknya pola belajar dan pergaulan harus lebih mendukung untuk membentuk karakter dan prinsip hidup.

Pemaparannya maaf agak belibet arahnya kemana tapi “nanti juga paham” deh, hehe. Intinya permasalahan yang dikedepankan adalah masalah ilmu pengetahuan, kalo dari keterangan pepatah (Umar bin Khatab), ilmu itu ada tiga tahapan, jika seseorang masuk ditahap pertama maka dia akan sombong, jika masuk di tahap kedua maka dia akan rendah hati dan jika dia masuk tahap ketiga maka dia akan merasa tidak ada apa-apanya.[]

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: